• Maret 26 2017

Refleksi Berkarya dalam Renungan Ibadah – Handy Riantana

Refleksi Berkarya dalam Renungan Ibadah

 Refleksi Berkarya dalam Renungan Ibadah

Bidikkarya

Jika Kau merasa hebat, periksa batinmu, mungkin ia sedang membengkak oleh kesombongan dari hati. Jika kau merasa suci, cobalah periksa jiwamu. Mungkin itu hanya putihnya nanah dari luka nurani. Jika kau merasa tinggi, periksa batinmu. Mungkin ia sedang melayang terlalu tinggi, karena kehilangan pijakan. Jika kau merasa wangi, cobalah periksa ikhlasnya hatimu. Mungkin itu asap dari amal ibadahmu yang dibakar oleh riya.

Sajak diatas menggambarkan suasana dari segelintir orang yang telah selesai dalam menyelesaikan suatu karya. Hal menarik dari UKM Penelitian, berkarya merupakan sesuatu yang tak asing bagi rekan-rekan anggota, pengurus dan alumni UKM Penelitian. Secara umum berkarya dapat diartikan sebagai suatu pekerjaan yang dapat menghasilkan sesuatu yang dapat bermanfaat bagi semua orang. Hal itu menunjukan bahwa eksistensi UKM Penelitian yang memiliki semangat untuk selalu bermanfaat bagi orang lain.

Menelisik lebih jauh, eksistensi nilai moral dan nilai-nilai kejujuran terkadang mulai dipertaruhkan saat berkarya. Tantangan besar untuk terus memperbaiki diri sembari berproses mendewasakan diri terus diuji. Plagiasi, pemalsuan tanda tangan, dan pencurian karya merupakan hal krusial yang harus segera ditanggulangi dan perlunya perbaikan diri. Hal ini menjadi lebih dilematis, dimana deadline mulai menghimpit dan sistem regulasi yang rumit belum berpihak kepada kita. Anda tentu percaya, dalam setiap kebohongan satu maka akan ditutupi oleh kebohongan lainnya.

Namun kita harus selalu ingat bahwa dalam pembuatan suatu karya harus menjunjung nilai-nilai integritas kita sebagai seorang akademisi. Terlebih pertanggungjawaban kita tidak hanya kepada antara manusia, tapi tanggung jawab kita kepada Tuhan YME. Refleksi Berkarya dalam Renungan Ibadah bukan menekankan kepada hasil yang telah dicapai atau hasil yang telah diraih, tapi menikmati setiap proses pendewasaan diri dan perbaikan diri yang dialami untuk menjadi individu yang lebih baik.

Dalam proses berkarya, kita akan menemui berbagai halangan dan rintangan, tapi percayalah, dalam setiap rintangan dan halangan, kita akan terus belajar menjadi individu yang kuat dan tangguh. Tidak hanya itu, dalam setiap proses berkarya kita akan belajar untuk melakukan pendewasan diri dan perbaikan diri. Akan lebih sering bibir ini berucap maaf dan terimakasih, akan lebih sering bibir ini berucap minta tolong, dan akan lebih sering bibir ini berucap doa.

Belajar untuk saling memahami, kerja tim, komunikasi dan mengurangi kalimat yang meyakiti hati adalah tujuan yang diharapkan dari setiap proses berkarya. Penambahan wawasan dalam mepelajari suatu hal baru menjadi hal yang menarik dan mengasyikan untuk didiskusikan. Diharapkan dalam setiap proses, kita bisa menyikapi dengan bijak dan memetik hikmah yang dilalui dalam proses berkarya.

Mudah bagi kita untuk mengucapkan, namun semangat untuk selalu terus bertahan kepada prinsip harus selalu dikuatkan. Saling mengingatkan dan saling mendoakan.

Selamat berkarya…

Selamat berprestasi…

Selamat berorganisasi…

Insan yang sedang berproses dalam meperbaiki diri, hatinya akan bisa menerima suatu kebenaran, bukan justru selalu mencari pembenaran.

[By : Handy Riyantana/maelani]

Berita Lainnya

Press Realese Studi banding LEPPIM UPI Ke UKM Penelitian UNY

Minggu (14/11) keluarga besar UKM Penelitian UNY menyambut hangat studi…

Read More
Secured By miniOrange