• Mei 15 2021

Peran Keluarga di Masa Pandemi Covid-19

Hari keluarga internasional diperingati setiap 15 Mei yang diproklamasikan oleh majelis umum PBB pada tahun 1993 melalui resolusi A/RES/47/237 serta mempertimbangkan kepentingan¬† hubungan komunitas internasional dengan keluarganya.¬† Keluarga merupakan lembaga primer yang memiliki peran sangat besar dalam membentuk kualitas sumber daya manusia. Di dalam keluarga, anak dididik, dilindungi, serta dipelihara sesuai dengan norma, nilai-nilai keluarga, dan agama yang dianut.¬† Seperti yang dikatakan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, “keluarga adalah tempat pendidikan utama dan pertama bagi anak yang menuntun anak meraih masa depan lebih baik. Hal tersebut karena psikis, mental, moral, maupun sosial pada anak semua tumbuh di dalam keluarga”. Tentu saja hal ini sangat erat kaitannya dengan pola asuh orangtua. Asah asih asuh yang baik dari orangtua untuk anak dapat menciptakan anak menjadi generasi tangguh bangsa yang berkualitas. Namun, bagaimana peran keluarga di masa pandemi covid-19?

Menurut ketua Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), Fakultas Ekologi Manusia (Fema), IPB University, Dr. Tin Herawati mengatakan pandemi telah mempengaruhi sistem lingkungan terbesar (makrosistem) yang tentunya sangat berdampak pada lingkungan terkecil (mikrosistem), yaitu keluarga karena perubahan demi perubahan memengaruhi kehidupan keluarga. Di masa pandemi ini, keluarga merupakan isu aktual yang paling banyak diperbincangkan. Dampak dari covid-19 dapat berpengaruh besar bagi keluarga di berbagai sektor, terutama sektor perekonomian. Menurunnya ketahanan perekonomian keluarga dapat berdampak pada  sosial dan ketahanan psikologis keluarga.  Namun, hal ini  dapat diminimalisasi dengan adanya komunikasi demokratis antaranggota keluarga sehingga tercipta sebuah solusi dari permasalahan yang dapat mengatasi keluarga dari keadaan krisis ekonomi dan tekanan serta komunikasi yang terbuka juga dapat meminimalisasi tingkat stress seseorang karena dengan seringnya anggota keluarga berkomunikasi secara terbuka maka akan mengubah keadaan atau kondisi lingkungan menjadi lebih baik dan lebih mendukung.

Dalam bidang pendidikan, kegiatan belajar mengajar di sekolah dihentikan diganti dengan sistem daring (dalam jaringan). Pada momen seperti ini peran orangtua sangat krusial bagi psikolog anak. Keluarga diharap mampu selalu memberikan lingkungan yang positif dan atmosfer yang mendukung kegiatan belajar anak selama di rumah sehingga motivasi anak dalam belajar di lingkungan rumah tidak menurun. Salah satu contoh peran orang tua, seperti memberikan apresiasi tehadap hasil belajar anak karena secara tidak langsung hal tersebut akan meningkatkan semangat dan percaya diri anak. Selain itu, partisipasi orang tua dalam kegiatan sekolah anak berfungsi untuk memantau perkembangan anak sehingga dapat meningkatkan prestasi anak.

Mengingat keluarga merupakan aspek utama dalam pengaruh pengasuhan seorang anak, pada kondisi pandemi seperti ini orang tua dapat menyosisialisasikan cara melindungi diri dari penyakit seperti mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker, menjaga jarak, dan sebagainya serta mengajarkan kepada anak untuk menerapkan pola hidup sehat sehingga peran keluarga tidak hilang dan menjadi semakin baik di kondisi pandemi seperti saat ini. Hal ini  dilakukan sebagai upaya dalam mengurangi jumlah pasien positif covid-19 yang penularannya lebih cepat melalui lingkungan keluarga. Dengan begitu peran orangtua dalam mengenalkan tingkah laku yang dikehendaki, mengajarkan penyesuaian diri terhadap sosial, penyesuaian dalam menghadapi perubahan lingkungan berfungsi dengan baik sehingga keluarga tidak hanya mewujudkan anak yang berkualitas namun juga dapat ikut membantu pemerintah dalam menekan populasi pasien yang tertular covid-19 secara tidak langsung.

Berita Lainnya

Press Realese Studi banding LEPPIM UPI Ke UKM Penelitian UNY

Minggu (14/11) keluarga besar UKM Penelitian UNY menyambut hangat studi…

Read More
Secured By miniOrange