• Mei 21 2020

Peran Keluarga dalam Pembentukan Mental dan Karakter Anak

Keluarga merupakan konsep yang bersifat multidimensi. Para ilmuwan sosial bersilang pendapat mengenai rumusan definisi keluarga yang bersifat universal. Salah satu ilmuwan yang permulaan mengkaji mengenai keluarga adalah George Murdock. Dalam bukunya Social Structure, Murdock menguraikan bahwa keluarga merupakan kelompok social yang memiliki karakteristik tinggal bersama, terdapat kerjasama ekonomi, dan terjadi proses reproduksi (Murdock,1965).

Pendapat lain mengemukakan bahwa keluarga merupakan sebuah kelompok kecil masyarakat dimana seorang manusia mulai belajar bersosialisasi dengan manusia lainya, dalam keluarga terdapat tingkatan mulai dari kakek nenek, ayah ibu, sampai dengan cucu. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa keluarga merupakan tempat awal dimana kita diajarkan untuk bersosialisasi dan berinteraksi. Keluarga, pendidik pertama dan utama bagi anak dan menjadi dasar penting dalam pembentukan karakter anak. Anak diibaratkan seperti selembar kertas putih kosong yang harus diisi, dalam hal ini peran orang tualah yang sangat dominan mendidik anak sejak dini, dengan penuh kelembutan dan kasih sayang membangun kebiasaan-pembiasan positif. Bisa dikatakan bahwa keluarga merupakan tempat belajar tentang nilai, tentang kehidupan serta norma di masyarakat. Banyak hal-hal kecil yang terlihat sepele yang kita dapatkan dari keluarga ternyata mampu membentuk karakter atau kebiasaan yang baik untuk kita. Seperti contohnya ketika bangun tidur kita dibiasakan untuk membereskan dan membersihkan tempat tidur sendiri, hal tersebut terlihat bahwa mental disiplin dan  jiwa untuk hidup bersih kita sudah terbentuk sejak dini.

Ayah dan ibu menjadi role model bagi anak-anaknya. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa seringkali kita melihat bagimana orang tua memperlakukan anak tersebut, kita dapat melihat bagaimana anak menunjukkan reaksi yang tidak jauh berbeda dari sifat maupun tindakan orang tua (yang terekam jelas dalam memori otak anak). Contohnya yakni ketika kita menjumpai orang tua yang sering marah-marah disertai  nada tinggi ketika mengajarkan anaknya suatu hal dan di sisi lain kita melihat orang tua dengan sabar mengajarkan anaknya dengan pelan-pelan dan penuturan yang halus. Pada akhirnya nanti seorang anak akan memiliki kemampuan yang sama dalam memahami suatu hal, hanya saja dalam penyampaian atau pengaplikasian dari anak itu sendiri akan terlihat perbedaanya sebagimana cara orang tua mengajarinya. Hal ini berkaitan dengan aspek  bagaimana seseorang berperilaku di dalam keluarga mempengaruhi bagaimana seseorang berperilaku di masyarakat.  Konkritnya yakni ketika di dalam keluarga seringkali kita membantu orang tua dengan ikhlas dan sepenuh hati sepanjang waktu dan menghormati orang tua sehingga menjadi sebuah kebiasaan, hal sama yang akan kita lakukan Ketika kita berperilaku di masyarakat juga seperti itu. Adanya kebiasaan untuk menolong orang lain tanpa pamrih dan menghormati orang lain termasuk orang yang lebih tua.

Secara umum terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi tumbuh kembang anak, yaitu:

  1. Faktor genetik

Faktor genetik ini yang menentukan sifat bawaan anak tersebut. Kemampuan anak merupakan ciri-ciri yang khas yang diturunkan dari orang tuanya.

  1. Faktor lingkungan

Yang dimaksud lingkungan yaitu suasana di mana anak itu berada. Dalam hal ini lingkungan berfungsi sebagai penyedia kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang sejak dalam kandungan sampai dewasa. Lingkungan yang baik  akan menunjang tumbuh kembang anak, sebaliknya lingkungan yang kurang baik akan menghambat tumbuh kembangnya.

Kedua faktor tersebut semakin memperkuat pernyataan mengenai bagaimana sebuah keluarga dapat berperan dalam pembentukan mental dan karakter anak. Faktor genetik dari orang tua itu sendiri dan faktor lingkungan dari semua anggota keluarga atau dalam lingkup keluarga itu sendiri. Oleh karena itu mari kita berterimakasih kepada keluarga karena telah menjadi komponen terpenting dalam hidup yang telah membentuk mental dan karakter. Tidak ada cinta yang abadi selain cinta dari keluarga. Keluarga adalah rumah, tempatmu pulang ketika sedih dan Bahagia yang selalu menerima kamu dalam kedaan bagaimanapun tanpa syarat.

 

“Hal-hal lain dapat mengubah kita, tetapi kita mulai dan berakhir bersama keluarga.” – Anthony Brandt

 

 

Sumber data:

Hyoscyamina, D. E. (2011). Peran keluarga dalam membangun karakter anak. Jurnal Psikologi10(2), 144-152.

Lestari,sri.2016.Psikologi Keluarga: Penanaman nilai dan penanganan konflik dalam keluarga.Jakarta: Kencana.

Kania, N. (2006). Stimulasi tumbuh kembang anak untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal. In Disampaikan pada seminar”Stimulasi Tumbuh Kembang Anak”. Bandung (Vol.11)

Berita Lainnya

Testing blog

artikel ini merupakan artikl untuk ujicoba dari fitur post untuk…

Read More
Press Realese Studi banding LEPPIM UPI Ke UKM Penelitian UNY

Minggu (14/11) keluarga besar UKM Penelitian UNY menyambut hangat studi…

Read More
Secured By miniOrange