• Agustus 17 2021

Eksistensi Perayaan Kemerdekaa di Masa Pandemi

17an

Sudah 2 tahun pandemic Covid-19 menyerang dunia. Pandemi Covid- 19 menyebar sejak akhir tahun 2019 hingga sekarang. Covid-19 muncul pertama kali di Negara Wuhan. Terhitung ada 193 negara yang mengalami serangan dari Covid-19, tak terkecuali Negara Indonesia. Pemerintah Indonesia telah banyak mengeluarkan kebijakan terkait pencegahan penyebaran Covid- 19. Dalam pencegahan penyebaran Covid-19 Masyarakat Indonesia harus mematuhi protokol kesehatan. Dalam menjalankan aktivitas, masyarakat harus memakai masker. Selain itu, masyarakat harus sering mencuci tangan dan menjaga jarak.

Dalam upaya meminimalisir penyebaran virus Covid-19, pemerintah melakukan PPKM (Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Masyarakat yang tidak memiliki kebutuhan yang mendesak, maka disarankan untuk berada di rumah saja. PPKM ini menjadi problematika baru di masyarakat. Banyak dari kalangan bawah yang harus menahan lapar, hal ini dikarenakan adanya PPKM ini masyarakat kehilangan mata pencahariannya. Namun, di lain sisi, adanya PPKM ini dapat menimalisir penyebaran virus Covid-19. Bahkan, kasus positif Covid-19 menurun secara signifikan sebanyak 60%.

Tak terasa juga, Hari Kemerdekaan Indonesia sudah memasuki tahun ke-76. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bangsa Indonesia. Ada berbagai macam problematika yang dialami oleh para pejuang kemerdekaan. Pengorbanan dari para pahlawan untuk kemerdekaan bangsa Indonesia tak akan terhitung nilainya. Mereka mengorbankan tenaga, harta, darah, dan air mata. Bahkan, mereka rela mengorbankan jiwa dan raga untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Mereka adalah para ksatria yang di dalam jiwanya sudah tertanam nilai-nilai karakter bangsa Indonesia yang sesungguhnya.

“Kemerdekaan hanyalah didapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad ‘Merdeka, merdeka atau mati’! “- Ir. Soekarno

Dalam rangka memperingati dan mengenang jasa para ksatria dalam memperjuangkan kemerdekaan, maka setiap tanggal 17 Agustus selalu diadakan upacara bendera dan kegiatan-kegiatan positif. Pengadaan upacara bendera ini ditujukan untuk menumbuhkan jiwa patriotism, nasionalisme, dan cinta tanah air. Untuk memeriahkan acara HUT RI, maka setiap desa berbondong-bondong mengadakan serangkaian lomba yang diharapkan dapat menumbuhkan karakter baik pada generasi muda. Tak tertinggal, kegiatan lomba ini dapat menumbuhkan sikap gotong royong, saling menghargai, saling menghormati, dan lain sebagainya.

Perayaan HUT RI Ke-76 yang jatuh pada tanggal 17 Agustus tahun ini, rasanya akan berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Situasi pandemi COVID-19 yang masih merebak di seluruh Indonesia membuat masyarakat harus membatasi mobilitas dan aktivitas tatap muka. Adanya PPKM juga mendukung pembetasan kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Sebagai contohnya, Pemprov DKI Jakarta melarang masyarakat untuk menggelar kegiatan lomba secara langsung. “Kegiatan-kegiatan lomba sementara dilakukan secara daring atau virtual sebagaimana tahun lalu. Kecuali nanti ada kebijakan baru,” ujar Riza pada Rabu (4/8) lalu. “Sejauh ini kita belum memperkenankan kegiatan langsung secara fisik yang dapat menimbulkan penularan COVID-19 sendiri.”

Walaupun perayaan kemerdekaan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, bukan berarti makna dari kemerdekaan itu hilang. Setiap warga Indonesia perlu menumbuhkan rasa patriotisme dan rasa bersyukur kepada Tuhan. Tanpa adanya pengorbanan dari para ksatria, kita tidak dapat merasakan kebebasan seperti sekarang.  Semarak kemerdekaan ke-76 ini dilakukan di rumah saja. Meski bergitu, vibes dari kemerdekaan tetap dapat dirasakan. Hal ini dapat dilihat dari adanya upacara bendera yang dilakukan secara online. Selain itu, diadakannya berbagai macam lomba secara via online, seperti lomba cerdas cermat, membaca puisi, membuat poster, dan lain sebagainya. Tak hanya itu, untuk memeriahkan hari kemerdekaan, maka setiap rumah dapat memasang bendera merah putih di halaman rumahnya.

Semarak kemerdekaan ke-76 ini dapat diisi dengan meningkatkan rasa gotong royong dalam menghadapi virus Covid-19. Setiap warga perlu memberikan support dan dorongan kepada para masyarakat yang positif Covid-19. Masyarakat juga perlu mendukung dan mematuhi setiap kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah. Saling bekerja sinergis untuk kepentingan bersama. Masyarakat dan pemerintah harus memiliki visi dan misi yang sama demi terwujudnya Indonesia sehat. Masyarakat juga perlu menumbuhkan rasa optimis dan pantang menyerah dalam menjalani kehidupan saat ini. “Jadilah masyarakat yang bijak demi mewujudkan Indonesia sehat”.

Berita Lainnya

Press Realese Studi banding LEPPIM UPI Ke UKM Penelitian UNY

Minggu (14/11) keluarga besar UKM Penelitian UNY menyambut hangat studi…

Read More
Secured By miniOrange