• April 16 2017

5 Zona Musik UKM Penelitian UNY

5 zona musik ukm penelitian uny

5 zona musik ukm penelitian uny

ilustrasi: listening to the music

Genre musik di dunia memang banyak. Karena musik, orang-orang mampu bersatu dengan nada-nada dan hanyut dalam nada. Bahkan untuk berjoget pun ada beberapa genre yang bisa mengiringi. K-pop mungkin? Atau yang lebih ramah di telinga orang Indonesia adalah dangdut. Terlepas dari gegap-gempitanya dunia dunia, UKM Penelitian sebagai salah satu organisasi yang mengatasnamakan diri bergerak dalam bidang penalaran pun tak dapat lepas dari hiruk-pkuk permusikan dunia. Berikut ini zona musik UKM Penelitian UNY yang tiada matinya:

1. Zona Jazz Asrofiah

Zona ini akan tiba di UKM Penelitian UNY ketika suasana dengan konsentrasi tinggi di ruang perpustakaan mulai berubah membosankan. Dipadukan dengan kipas angin pasti bunyi lagunya berubah menjadi pengantar tidur. Lantunan lembut nan asyik dari zona musik ini menjadi obat penawar tersendiri bagi mereka penikmat aliran ini.

2. Zona K-pop Amaliah

Zona macam ini lebih agresif karena suaranya sampai depan sekre. Kalau familiar dengan lagunya pasti ada tangan yang bergerak menirukan dance yang asli. Bahasanya asing tetapi banyak yang paham. Di dukung dengan speaker aktif yang di disetting dengan volume tinggi berhasil merubah suasana sekretariat UKMP menjadi panggung megah hallyu wave yang ekentrik dan tak kalah estetik!

3. Zona Dangdut Maslahahiyah

Dangdut ini kadang bisa featuring dengan lagu India. Menurut penuturan pelopornya, lagu Suket Teki idola banget. Sedangkan orang sunda yang menghuni ruang ber zona musik sempat bertanya-tanya apa maksud lagu itu. Salah satu penikmat setia aliran ini, meambahkan bahwa aliran ini mampu memberikan stimulus positif bagi pendengarnya untuk dapat senantiasa ngedance (read: goyang). Meskipun memiliki hubungan yang kurang manis dengan zona K-pop Amaliah, penikmat aliran ini senantiasa kekeuh dengan pendapatnya bahwa baik Dangdut Maslahahiyah dan K-Pop Amaliah sama-sama memiliki cirikhas tersendiri.

4. Zona NDX Enggariyah

Belum hitz kalau belum bisa nyanyi lirik yang di kehidupan nyata memang ada. Seperti lagu Sayang yang cintanya setengah mati atau lagu bojoku ketikung yang artinya sedalam samudera. Di kesempatan tertentu zona ini menghadirkan ketua UKM Penelitian UNY yang notabene lebih expert, sepertinya menurunkan bakatnya kepada pemilik aliran Enggariyah. Bermula dari beberapa orang saja, kini zona ini mulai mengepakkan sayapnya yang ditunjukkan dengan angka penganut aliran yang kian bertambah.

5. Zona Ukhti yang Tidak Berani Ditambah -iyah

Zona ini membuat suggested video di youtube berisi mbak-mbak religius dan Maher Zain dengan lagu yang selalu ingat Allah. Zona ini adem dan inshaallah berkah. Berbeda dengan keempat zona musik lain, zona ini sama sekali tak dilirik haters, siapapun itu sepakat dan yakin bahwa zona Ukhti memiliki tempat tersendiri di setiap hati sanubari anggota dengan lirik-liriknya yang menentramkan jiwa.

Begitulah zona-zona musik yang hadir di UKM Penelitian UNY. Sejauh ini belum ada zona keras seperti Rock, Heavy Metal atau yang bisa moshing. Zona ini bisa berubah sewaktu-waktu jika populasi penduduk UKM Penelitian UNY memiliki selera musik yang berubah lagi serta adanya peningkatan angka heterogenitas dari populasinya. Biarpun terdapat beragam zona musik di UKM Penelitian, dan apapun aliran musiknya kita tetaplah satu kesatuan, keluarga UKM Penelitian.

Salam Kreativitas Tanpa Batas !

[Desfizar MR/mnchozin]

Berita Lainnya

Testing blog

artikel ini merupakan artikl untuk ujicoba dari fitur post untuk…

Read More
Press Realese Studi banding LEPPIM UPI Ke UKM Penelitian UNY

Minggu (14/11) keluarga besar UKM Penelitian UNY menyambut hangat studi…

Read More
Secured By miniOrange