• April 23 2020

Tingkatkan Kreativitas Generasi Bangsa dengan Membudayakan Baca Buku

 

Apa genre buku favoritmu? Apakah buku puisi terkenal “Hujan Bulan Juni” karya Sapardi Djoko Damono? Apakah novel fiksi˗romantis milik Pidi Baiq? Ataukah kamu pecinta novel thriller berjudul The Girl on The Train karya Paula Hawkins? Mungkin beberapa orang menyukai jenis genre buku yang berbeda, mungkin ada pula yang sangat mengagumi suatu buku dan membacanya hingga berulang kali. Namun terlepas dari itu, buku adalah tulisan penuh makna yang telah mendidik, mengilhami, serta memberi pengalaman baru bagi para pembacanya. Buku merupakan wadah yang sangat berharga bagi kebebasan berekspresi dan arus informasi. Saat membaca sebuah buku, kita dapat membuka cakrawala dan menjadikan dunia kita lebih luas. Sebagai bentuk apresiasi terhadap seluruh penulis dan jutaan buku di dunia, UNESCO menetapkan tanggal 23 April diperingati sebagai Hari Buku Sedunia. Melalui Hari Buku Sedunia, UNESCO bertujuan untuk merayakan kreativitas, keragaman dan akses yang mudah untuk mendapatkan pengetahuan.

UNESCO sebagai pelopor dari Hari Buku Sedunia mengajak masing-masing individu untuk melipatgandakan usaha dalam mempromosikan buku dan alat tulis guna melawan buta huruf di seluruh dunia. Menurut data Mendikbud (2019), buta aksara di Indonesia mencapai angka 1,93% dari 271 juta jiwa penduduk. Sedangkan minat baca masyarakat di Indonesia saat ini berada di peringkat 16 dari 30 negara di dunia. Hal ini disampaikan oleh Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional, Dedi Junaedi di sela acara pembukaan pendidikan dan pelatihan manajemen perpustakaan angkatan VI dan Kepala perpustakaan sekolah angkatan V tahun anggaran 2019 di Hotel Tree Park, Senin (22/7). Kita sebagai masyarakat Indonesia harus mengubah kebiasaan malas membaca dan menjadikan membaca sebagai budaya kita, agar kita memperoleh banyak ilmu, serta mampu mempersempit angka buta huruf di Indonesia.

Di tengah situasi pandemi COVID-19 tentunya tidak membatasi kegiatan kita untuk membaca, karena Indonesia menyediakan banyak akses untuk memudahkan kita membaca buku. Salah satu situs resmi di Indonesia yang memadahi yaitu EResources Perpusnas. Perpusnas mempunyai kewajiban untuk menjamin ketersediaan keragaman koleksi perpustakaan,  diantaranya melalui penyediaan koleksi E-Resources dalam bentuk ebook dan e-journal. Perpustakaan Nasional mulai mengembangkan koleksi E-Resources sejak tahun 2008, dan sampai tahun 2019 sudah memiliki 21 database, terdiri dari terbitan dalam negeri dan luar negeri. Hal tersebut dapat memudahkan kita dalam mencari buku yang kita inginkan serta membaca banyak buku di sela kondisi saat ini. Kita harus selalu menyempatkan untuk membaca buku, karena dengan membaca buku dapat meningkatkan kreativitas, keterampilan bahasa, serta memperluas pengetahuan global kita. Selamat Hari Buku Sedunia.

Sudahkah kamu membaca buku hari ini?

 

Oleh: Geovani Eka Meilia

Berita Lainnya

Press Realese Studi banding LEPPIM UPI Ke UKM Penelitian UNY

Minggu (14/11) keluarga besar UKM Penelitian UNY menyambut hangat studi…

Read More
Secured By miniOrange