HOSWARD (HOT STEAM WARDROBE) sebagai Teknologi Efisien Perapih Pakaian pada Industri Laundry

Dosen Pembimbing

Dr. Mujiyono, ST, MT, W.Eng

Ketua TIM

Anggi Maulana A (Pendidikan Teknik Mesin)

Anggota

Muhammad Zaki Fuadi (Matematika)

Hamdani Saputra (Pendidikan Teknik Mekatronika)

Yuli Arti  (Pendidikan IPA)

Dadan Sarifahruddin (Teknik Otomotif)

TIm Hosward

Tim Hosward

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan kreativitas yang menghasilkan inovasi. Inovasi dapat memberikan manfaat untuk masyarakat dan dapat disebut sebagai invensi. Invensi muncul dari masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Adapun invensi yang kami temukan muncul dari masalah-masalah berikut ini.

Berdasarkan studi literatur, jumlah penduduk di Indonesia menurut Badan Pusat Statistik berjumlah 250 juta penduduk, padahal setiap orang setiap harinya membutuhkan dua pakaian rapi sehingga setiap harinya di Indonesia membutuhkan 500 juta pakaian rapi. Permasalahannya adalah proses perapihan pakaian yang jumlahnya banyak tersebut di rumah tangga masih menggunakan cara konvensional yaitu dengan mengunakan setrika listrik. Hal itu juga didukung oleh hasil survei di Industri laundry di daerah Kampus UNY yang sebagian besar masih menggunakan cara konvensional untuk merpaihkan pakaian. Cara tersebut dinilai kurang efektif dan kurang efisien. Selain itu, beberapa jenis pakaian tidak bisa dirapikan dengan setrika pakaian misalnya jenis gaun, baju pesta, dan baju-baju yang digunakan oleh para public figure.

Hosward

Hosward

Masalah tersebut melatarbelakangi tim PKM-KC kami untuk membuat alat perapih pakaian bernama HOSWARD (Hot Steam Wardrobe). HOSWARD merupakan alat perapih pakaian berskala besar yang digunakan untuk merapikan pakaian. Prinsip kerja HOSWARD yaitu menggunakan dua buah blower yang menghasilkan uap panas bertekanan yang berasal dari energi listrik. Uap tersebut berfungsi untuk mengeringkan pakaian serta menghaluskan pakaian. Proses penghalusan pakaian juga dibantu oleh chemical smoother yang berupa cairan untuk memudahkan proses penghalusan pakaian serta untuk mewangikan pakaian. Chemical smoother disimpan di dalam heater dan dikeluarkan melalui lubang kecil pada pipa yang dapat mengalir ke sela-sela pakaian. Semua sistem tersebut diatur oleh controller yang berfungsi mengatur kecepatan gerakan blower serta mengatur suhu ynag keluar.

Berdasarkan uji coba, proses perapihan pakaian memerlukan waktu 7 menit untuk minimal 7 pakaian. Karena terdapat empat tempat dalam satu hanger untuk meletakkan pakaian. Waktu tersebut dapat diatur secara otomatis menggunakan program arduino dan juga diatur secara manual. Adapun total daya yang dugunakan HOSWARD yaitu 0,118 kWh. Untuk 1 pakaian sebesar Rp 23, 00, sehingga untuk 7 pakaian adalah Rp 160, 00.

Berdasarkan penjelasan di atas, HOSWARD memiliki 3 keunggulan di dalam satu sistem ( 3 in 1) yaitu dapat mengeringkan pakaian yang tingkat keringnya baru 80%, selain itu HOSWARD dapat merapihkan pakian serta mewangikan pakaian. Selain itu, HOSWARD memerlukan daya yang kecil sehingga alat ini dapat digunakan untuk proses perapihan pakaian dalam skala besar agar efektif dan efisisen salah satunya pada industri laundry.

[Yuli Arti]

ukmpenelitian uny

UKM Penelitian UNY merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa UNY yang bergerak dalam bidang penalaran.

You may also like...

2 Responses

  1. retnojum_ says:

    Wah hebat sekali semoga dapat membantu usaha kecil menengah 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secured By miniOrange